Kamis, 03 Mei 2012

Pemberontakan DI/TII Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan
  •    Tokoh dan awal berdirinya
·         Tokoh : Ibnu Hajar
·         Awal berdirinya : pada tanggal 10 Oktober 1950 di
·         Nama Gerakan : Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT)
  •  Latar belakang terjadinya
·         ketidakpuasan rakyat yang tergabung dalam Kesatuan Rakyat Yang Tertindas(KRYT) Kalimantan Selatan terhadap pemerintah pusat.
  •  Upaya penumpasan
·         Melakukan pendekatan kepada Ibnu Hajar dengan diberi kesempatan untuk menyerah dan akan diterima menjadi anggota TNI. (gagal)
·         Melakukan operasi militer dan menangkap Ibnu Hajar yang dijatuhi hukuman mati.
 

b.          Di Kalimantan Selatan
Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan dipimpin oleh bekas Letnan Dua TNI yang bernama Ibnu hajar. Ia menamakan pasukannya sebagai Kesatuan Rakyat yang Tertindas [KRYT].
Semula pemerintah bertindak persuasif terhadap gerakan ini, karena Ibnu Hajar bersedia kembali bergabung dengan APRIS. Namun tindakan ini ternyata hanya muslihat Ibnu Hajar supaya pasukannya semakin kuat dana kembali melakukan pemberontakan. Akhirnya pemerintah bertindak tegas dengan menumpas habis gerakan ini pada tahun 1959.


PEMBERONTAKAN IBNU HADJAR DI KALIMANTAN SELATAN

Ibnu Hadjar alias Haderi bin Umar alias Angli adalah seorang bekas Letnan Dua TNI yang kemudian memberontak dan menyatakan gerakannya sebagai bagian DI/TII Kar¬tosuwirjo. Dengan pasukan yang dinamakannya Kesatuan Rakyat Yang Tertindas, Ibnu Hadjar menyerang pos-pos kesatuan tentara di Kalimantan Selatan dan melakukan tindakan-tindakan pengacauan pada bulan Oktober 1950.
Pemerintah masih memberikan kesempatan kepada Ibnu Hadjar untuk menghenti¬kan petualangannya secara baik-baik, ia pernah menyerahkan diri dengan kekuatan pasukan beberapa peleton dan diterima kembali ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia. Tetapi setelah menerima perlengkapan, Ibnu Hadjar melarikan diri lagi dan melanjutkan pemberontakannya.
Perbuatan ini dilakukan lebih dari satu kali sehingga akhirnya Pemerintah memutuskan untuk mengambil tindakan tegas menggempur gerombolan Ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959, pasukan gerombolan lbnu Hadjar dapat dimusnahkan dan lbnu Hadjar sendiri dapat ditangkap.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar